Martabak salah satu makanan yang enak dan harganyapun terjangkau. Dari segi harga tidak mahal mahal amat dan pastinya rasanya yang khas akan membuat rasa senang dihati. Martabak sendiri mempunyai aneka macam jenis dengan campur tangan yang kreatif maka lahirnya aneka macam martabak yang siap disantap, martabak punya banyak jenis seperti martabak kubang, martabak kentang mini dll. Martbak menjadi makanan favorit baik dikalangan anak anak remaja maupun dewasa.

Martabak dengan aneka rasa membuat kita semakin tertarik untuk mencobanya dan wajib bagi para kuliner sejati yang harus menjelajahi aneka martabak ini. Sedikit sejarah sebenarnya apa sih martabak itu ne saya kutip dari wikipedia. Berikut ulasan yang bisa dibaca :

“ Pada sekitar awal tahun 1930-an, beberapa pemuda asal daerah Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah, mengadu nasib dengan berjualan makanan dan mainan anak-anak pada perayaan yang dilangsungkan di kota-kota besar seperti Semarang. Di kota inilah salah seorang pemuda yang bernama Ahmad bin Abdul Karim berkenalan dengan seorang pemuda India bernama Abdullah bin Hasan al-Malibary.

Dari hasil persahabatan mereka, Abdullah diajak berkunjung ke kampung halaman Ahmad di Desa Lebaksiu Kidul, Tegal. Abdullah berkenalan dengan adik perempuan Ahmad yang bernama Masni binti Abdul Karim.

Kemudian Abdullah mempersunting Masni, adik perempuan Ahmad, pada tahun 1935. Abdullah atau yang biasa disebut Tuan Duloh adalah seorang saudagar yang cukup ternama di zamannya. Salah satu keahlian Abdullah adalah membuat makanan yang terbuat dari adonan terigu yang bernama martabak. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Martabak salah satu makanan yang enak dan harganyapun terjangkau. Dari segi harga tidak mahal mahal amat dan pastinya rasanya yang khas akan membuat rasa senang dihati. Martabak sendiri mempunyai aneka macam jenis dengan campur tangan yang kreatif maka lahirnya aneka macam martabak yang siap disantap, martabak punya banyak jenis seperti martabak kubang, martabak kentang mini dll. Martabak menjadi makanan favorit baik dikalangan anak anak remaja maupun dewasa.

MArtabak enak dan lezat

Martabak dengan aneka rasa membuat kita semakin tertarik untuk mencobanya dan wajib bagi para kuliner sejati yang harus menjelajahi aneka martabak ini. Sedikit sejarah sebenarnya apa sih martabak itu ne saya kutip dari wikipedia. Berikut ulasan yang bisa dibaca :

“ Pada sekitar awal tahun 1930-an, beberapa pemuda asal daerah Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah, mengadu nasib dengan berjualan makanan dan mainan anak-anak pada perayaan yang dilangsungkan di kota-kota besar seperti Semarang. Di kota inilah salah seorang pemuda yang bernama Ahmad bin Abdul Karim berkenalan dengan seorang pemuda India bernama Abdullah bin Hasan al-Malibary. Baca entri selengkapnya »

RAJA HIU PASAR MINGGU

September 20, 2010

Pasar Minggu, Jakarta Selatan –
Hmmm… mendengar nama ikan buas yang satu ini sebagian orang mungkin sudah bergidik ngeri. Bukan saja karena takut melihat atau membayangkan gigi tajam si pemangsa buas laut ini, tapi sebagian besar orang juga sudah terlanjur kenal dengan keganasan ikan hiu seperti yang populer digambarkan dalam film JAWS.

Bentuk mahluk laut satu ini sebenarnya tidaklah seseram saat setelah jadi olahan makanan laut yang tersaji di atas piring. Tapi ada saja imajinasi misterius bila kita membayangkannya bertemu sang ikan berpenampilan sangar ini kala dia hidup. Beranikah kelanakuliner menikmati sajian ikan hiu yang terkenal mendirikan bulu roma ini.

Hahahaha…. ternyata tak sebesar yang saya bayangkan. Lebih tepatnya Raja Hiu menyajikan olahan masakan ikan hiu berukuran kecil. Biarpun namanya Raja Hiu, kita tak akan bisa memesan masakan atau olahn ikan sebesar badan anak kecil apalagi memesan daging ikan hiu sebesar badan kita. Yah susah dan repot bawanya lah, ujar beberapa orang kru Raja Hiu.

Demi menikmati kuliner ekstrim khas makanan laut ini, kelanakuliner mau berpagi-pagi menemui sang pemilik sekaligus pengelola Raja Hiu, yakni pak Benny di Rumah Makan Raja Hiu yang berdampingan dengan Istana Es Puter & Soto Batok.

Kelanakuliner pun tiba di rumah makan tiga merk ini di kawasan Jl. Raya Tanjung Barat. Tepatnya beberapa meter sebelum Halte Bis Poltangan setelah melewati Terminal dan Stasiun KA Pasar Minggu. Rumah Makan yang telah diliput oleh Trans7, MNC, Global TV dan ANtv ini mulai buka dari jam 10.00 pagi, namun kesibukan para krunya sudah dimulai sejak jam 08.00 pagi. Tampaknya akan ada syuting dari acara TransTV, entah untuk program apa. Tapi kedatangan saya pun disambut oleh sang Chef, mas Johan, lelaki inilah yang bertanggung jawab atas semua masakan yang ada di 3 nama resto ini.

Sebuah konsep resto yang menyerupai pujasera, namun masing-masing nama merknya dikelola oleh satu manajemen. Istana Es Puter, Soto Batok (pertama di Indonesia) dan tentunya Raja Hiu. Jadi setiap hari kita tak akan bosan dengan menu-menu di tempat ini karena kita bisa punya banyak pilihan yang berbeda dalam setiap kunjungannya. Bayangkan saja, dari desain interior rumah makan kita sudah melihat beberpa merk

Khusus untuk sajian olahan ikan Hiu, kita diberi pilihan Hiu Bakar, Hiu Rica-Rica dan Hiu Asam Balado.

Hmmmm…. mendengarnya saja sudah terbit air liur. Seperti yang telah dijelaskan semula, bahwa penampilan semua menu ini sungguh berbeda jauh dari nama seram si ikan predator laut ini. Masalah rasanya? Coba saja Anda datang langsung ke tempat ini. Jangan lupa untuk memesan minuman khas Soto Batok, yakni Es Sop Buah atau Es Teler maupun Es Semaput. Untuk pelanggan dari kalangan anak-anak bisa menikmati Es Puter maupun Es Doger khas Istana Es Puter.

Tertarik menikmati sajian lengkap di tempat beraneka sajian ini? Sebaiknya Anda booking tempat untuk reservasi lebih dahulu, karna di khawatirkan anda akan kehabisan tempat duduk…hehehe…

Sumber    : satebangdibul
Lihat juga :
Nelayan restoran
Laguna
Sushi tei

Resto seafood ini terbukti kualitasnya. Karena sudah banyak di datangi artis-artis, diliput TV, termasuk Bondan Winarno dari wisata kuliner di transTV. Resto ini terletak di jalan alternatif cibubur, tepatnya ada di rusa kiri jalan searah keluar dari tol cibubur.

Dapur Seafood tidak seperti resto seafood lainnya. karena tidak dilengkapi gubuk-gubuk untuk lesehan, tepatnya murni resto. Disini juga tersedia lalapan yang bisa diambil sepuasnya alias gratissssss….

Untuk makan disini sediakan kurang lebih Rp 300.000 untuk satu keluarga 4-5 orang. Yang menjadi andalan resto ini adalah kepiting bakarnya yang dibumbui rempah-rempah dan pedas.Udang pedas bakarnya pun sangat enak, disajikan dengan tusukan sate dan bumbu yang kental dan meresap. Dijamin bakal balik lagi karna rasanya memang bener-bener enak dan mengenyangkan.

Rekomendasi :

Udang Galah pedas bakar per ons Rp. 18.500

Kepiting bakar Rp. 80000 an per ekor

Gurame goreng legian kira-kira per ons Rp. 20.000

Cah kangkung balcan kurang lebih Rp. 10.000

Sumber : gilajalan

Lihat juga :

Nelayan Resto

Marzano

Table8

Satay (pronounced /ˈsæteɪ/ SA-tay) or SATE is a dish of marinated, skewered and grilled meats, served with a sauce.Satay may consists of diced or sliced chicken, goat, mutton, beef, pork, fish, tofu, or other meats; the more authentic version uses skewers from the midrib of the coconut leaf, although bamboo skewers are often used. These are grilled or barbecued over a wood or charcoal fire, then served with various spicy seasonings.

Satay may have originated in Java or Sumatra, Indonesia. Satay is available almost anywhere in Indonesia; it has become a national dish of Indonesia. It is also popular in many other Southeast Asian countries, such as: Malaysia, Singapore, Brunei, Thailand, the southern Philippines and in the Netherlands, as Indonesia is a former Dutch colony.

Satay is a very popular delicacy in Indonesia and Malaysia; Indonesia’s diverse ethnic groups’ culinary art (see Cuisine of Indonesia) have produced a wide variety of satays. In Indonesia, satay can be obtained from a travelling satay vendor, from a street-side tent-restaurant, in an upper-class restaurant, or during traditional celebration feasts. In Malaysia, satay is a popular dish – especially during celebrations – and can be found throughout the country. Close analogues are yakitori from Japan, shish kebab from Turkey, chuanr from China and sosatie from South Africa.
Turmeric is a compulsory ingredient used to marinate satay, which gives the dish its characteristic yellow colour. Meats commonly used include beef, mutton, pork, venison, fish, shrimp, squid, chicken, and even tripe. Some have also used more exotic meats, such as turtle, crocodile, and snake meat.

Satay may be served with a spicy peanut sauce dip, or peanut gravy, slivers of onions and cucumbers, and ketupat (rice cakes). Pork satay can be served in a pineapple-based satay sauce or cucumber relish. An Indonesian version uses a soy-based dip. Satay is not the same as the Vietnamese condiment sate, which typically includes ground chili, onion, tomato, shrimp, oil, and nuts. Vietnamese sate is commonly served alongside noodle and noodle-soup dishes.

source: wikipedia (text) locombia (picture)

See also:
Ice Cream
Ramen

soto makanan asli Indonesia

September 3, 2010

Soto, sroto, atau coto adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari kaldu daging dan sayuran. Daging yang paling sering digunakan adalah sapi dan ayam, tapi juga babi dan kambing. Berbagai daerah di Indonesia memiliki jenis soto sendiri, dengan kandungan yang berbeda-beda, misalnya Soto Kediri soto Madura, soto Betawi, soto Padang, soto Bandung, soto Sokaraja, soto Banjar, soto Medan, coto Makassar. Soto juga dinamai menurut kandungannya, misalnya soto ayam, soto babat, soto kambing. Soto memiliki banyak kemiripan dengan sop.

Karena ada beberapa jenis soto di Indonesia, masing-masing mempunyai cara penyajian yang berbeda-beda. Soto bisa dihidangkan dengan berbagai macam lauk, misalnya kerupuk, perkedel, emping melinjo, sambal, saus kacang, dan lain-lain. Dan juga pula dengan tambahan lainnya seperti sate telur pindang, sate kerang, jeruk limau, koya (campuran tumpukan kerupuk dengan bawang putih) dll. Seperti kita ketahui bahwa makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, sehingga soto biasanya dihidangkan dengan nasi sebagai menu utama.

Namun, ada perbedaan dalam hal menu utama nasi tersebut. Kebanyakan soto dihidangkan secara terpisah dengan nasi, seperti Soto Betawi, Soto Padang, dan lain-lain. Namun, ada juga yang dihidangkan bersama dengan nasi atau soto campur nasi, misalnya Soto Kudus. Selain itu, ada juga soto yang dihidangkan dengan lontong atau nasi yang sudah dimasak dengan dibungkus daun pisang, misalnya Coto Makassar. Kemudian, ada juga yang memakai mie, dan bukan nasi sebagai menu pokoknya, misalnya Soto Mie Bogor.

Sumber: wikipedia

See also:

Soto

Tamani

Marzano

Jakarta Pusat Makanan Khas

Agustus 30, 2010

Jakarta merupakan kota internasional yang banyak menyajikan makanan khas dari seluruh dunia. Di wilayah-wilayah yang banyak didiami oleh para ekspatriat asing, seperti di daerah Menteng, Kemang, Pondok Indah, dan daerah pusat bisnis Jakarta, tidak sulit untuk menjumpai makanan-makanan khas asal Eropa, China, Jepang dan Korea. Makanan-makanan ini biasanya dijual dalam restoran-restoran mewah.

Di Jakarta, dan sepeti kota-kota besar lainnya di Indonesia, Rumah Makan Padang yang paling banyak dijumpai. Hampir di seluruh tempat di Jakarta, dengan mudah dijumpai rumah makan yang manyajikan masakan asal Minang ini. Jakarta juga memiliki makanan khasnya, yang paling terkenal adalah Kerak Telor dan Soto Betawi.

Selain itu di Jakarta juga bisa ditemukan makanan tradisional dari daerah misalnya makanan khas Jawa Timur dan Bali yang disajikan di Restoran Pondok Prapanca berupa Rawon,Soto Sulung, Rujak Cingur, Nasi Bali, Sate Bali. Malah tersedia juga Kupang Lontong dan Semanggi Surabaya. Alamat Restoran Pondok Prapanca di Jalan Nipah XV no.3 Sebelum Kantor Wlikota Jakarta Selatan.
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
Nasi Goreng
Nelayan Restoran
Laguna