Sejuta Rasa Pancake

Juni 2, 2010

TAK HANYA PANCAKE: Sejumlah orang menikmati suasana dan makanan di gerai Mr. Pancake cabang Pluit Junction, Jakarta Utara. Di restoran ini, menu yang diunggulkan adalah pancake, di samping jenis makanan “berat” yang rata-rata berasal dari Eropa.

SATU lagi tempat makan dan nongkrong yang asyik buat Anda dan rekan-rekan.Restoran ini khusus menjual panganan yang sekarang sedang hipdi kalangan pencinta kuliner,yakni pancake.

Mr. Pancake memang bukan satusatunya restoran yang khusus menyediakan pancake sebagai jualan utama.Kini gerai serupa sudah banyak dibuka di manamana. Namun,Mr.Pancake merupakan pelopor tempat makan yang menjual kue berbentuk gepeng ini di Indonesia. Banyak yang beranggapan bahwa pancake merupakan makanan asal negara- negara di Eropa. Ditilik dari sejarahnya, orang Romawi sudah mengenal pancake terlebih dahulu. Makanan berupa roti gepeng ini terbuat dari tepung terigu, susu, telur, dan bumbu yang dibakar di atas wajan ceper. Mereka menamakannya ”alita dolcia” (artinya: makanan manis). Biasanya, orang Romawi mengonsumsi pancake dengan madu atau sirup buah-buahan.

Namun,dalam perjalanannya, seperti yang tertera di manuskrip kuliner Oxford Companion to Food yang ditulis Alan Davidson,pancake disebut sebagai panganan populer di Eropa. Pancakedikenal di daratan luas itu sejak 1430 pada abad pertengahan. Di daratan Eropa,awalnya pancake lebih dikenal sebagai makanan orang timur Eropa seperti Mardi Gras. Sebab, mereka kerap menjadikan pancake sebagai makanan tradisi hari Shrove Tuesday atau Pancake Tuesday,sehari sebelum puasa Paskah. Pada perkembangannya, pancake juga diadopsi di berbagai negara dengan beragam nama.Di Jerman, pancakedibuat dalam bentuk yang lebih padat dan terbuat dari kentang yang disebut pfannkuchen.

Di Prancis ada pancake yang tipis dan crispy yang disebut crepes.Juga ada galettes yang lebih mengembang dan tebal seperti roti. Di Irlandia, ada pancake padat yang terbuat dari kentang,dikenal dengan nama boxty.Di Skotlandia juga dikenal pancake yang diberi nama drop scones.Di Amerika,yang punya ragam percampuran budaya, pancake malah sudah dikenal masyarakat asli Indian sejak awal 1607.Mereka biasa membuat adonan lembut dari jagung dibentuk dengan tangan yang disebut nokehick. Tak ketinggalan, di luar Eropa seperti di India, China, serta Indonesia dikenal masakan serupa pancake. Masyarakat tradisional India mengenal makanan sejenis pancake yang disebut poori. Di China juga ada pancake yang populer disebut bao bing.

Sementara di Indonesia, pancake gurih diberi nama dadar gulung atau yang manis dikenal dengan serabi. Gerai Mr.Pancake sendiri pertama kali dibuka pada Oktober 2008 di Pluit Junction,Pluit,Jakarta Utara.Berawal dari tiga sekawan pemilik tempat ini yang berniat mendirikan usaha di bidang kuliner, lalu tercetuslah ide untuk membuka restoran yang khusus menyediakan pancake dan ragam variasinya.Saat itu,kue berbentuk bulat ini mulai nge-tren dan digilai konsumen, terutama kalangan anak muda. Menurut Manajer Restoran Mr. Pancake Asep R Mulyadi, sejak dibuka pertama kali, tempat ini sudah menuai sukses.

Gerainya selalu dipadati pengunjung setiap hari. Karena itu, tak heran jika pemilik Mr. Pancake bisa kembali membuka sejumlah outlet untuk makin mendekatkan diri dan memuaskan penikmat pancake. ”Pancake memang tengah jadi buah bibir. Masyarakat Indonesia sedang suka jenis makanan ini.Karena itu,kami mencoba berbisnis di bidang ini dan sambutannya luar biasa sejak restoran kami pertama kali dibuka,”kata Asep. Selain di Pluit Junction, Mr. Pancake juga hadir di Mal Puri Indah, Setiabudi One, Pejaten Village, Sun Plaza Medan, dan Balikpapan Superblok-e walk Balikpapan. Selanjutnya, gerai terbaru rencananya dibuka di Trans Mall Makassar,Mal Lembuswana Samarinda, dan Tunjungan Plaza Surabaya.

Sampai akhir 2010, ungkap Asep, pihaknya menargetkan membuka sembilan gerai di berbagai kota.Menurut dia,kebanyakan gerai Mr. Pancake dijual dengan sistem franchise.Hanya dua tempat yang milik sendiri.Rata-rata pemilik menangguk untung dengan berbisnis restoran ini. ”Bisnis kuliner sekarang memang tengah berkembang pesat,”imbuhnya. Dari sisi desain interior, Mr. Pancake mengadopsi gaya rumah khas warga Eropa modern.Dengan penataan bangku-bangku kayu serta sofa empuk plus hiasan lampu gantung juga lukisan kuno,tempat ini terasa nyaman dan homey. Mengingat tren kuliner terus berubah sepanjang waktu, Mr. Pancake tidak merasa takut akan hal itu.Asep mengemukakan,sebagai bentuk antisipasi, pihaknya tidak hanya menyediakan pancake, tapi juga menjual makanan ”berat”, terutama Western food seperti spaghetti, fettuccine, steak, dan sandwich.

”Selain pancake sebagai menu utama, kami juga menjual main course dari berbagai negara. Biar tidak bosan, tiap tiga bulan sekali menu makanan tersebut selalu kami ganti,”ujar Asep. Keunggulan Mr.Pancake terletak pada adonan kuenya yang dibuat dengan racikan khusus khas tempat ini.Semua bahan baku beserta bumbunya merupakan kreasi sendiri.Sesuai dengan moto restoran berkapasitas 60–80 orang ini, yaitu ”the original taste”. Pancake-nya juga tipis dan bulat sempurna,berbeda dengan produk pancake dari tempat makan lain.”Adonan kami buatan sendiri. Jadi, beda sekali dengan restoran pancake lain. Kalau mau membandingkan rasanya, silakan datang sendiri. Pasti ketagihan,” kata Asep. Mr. Pancake tiap hari bisa dikunjungi rata-rata 100–150 orang. Apabila hari libur nasional dan weekend, tamu bisa melonjak berkali- kali lipat.

Biasanya yang mendatangi tempat ini adalah pasangan muda-mudi dan keluarga dari kalangan menengah. ”Segmen kami memang mengarah pada kalangan menengah ke atas. Itu tidak terlepas dari pemilihan lokasi mal yang termasuk pusat perbelanjaan terbesar di kotanya,” tukas Asep. Asep menambahkan, pengunjung memadati gerainya mulai jam makan siang hingga jelang makan malam.Hal ini lantaran pancakedianggap sebagai dessert setelah makan nasi. ”Malah waktu pagi, tempat kami sepi. Padahal, di negara Barat pancake dibuat untuk sarapan,” ujarnya.(rendra hanggara – Harian Seputar Indonesia)

source: openrice.com

Iklan

Salah satu restaurant chains masakan Thailand yang sudah mendunia, Blue Elephant International Plc., September tahun lalu membuka cabang di Menteng Jakarta dengan nama restoran Blue Erawan. Chain terkenal dengan keotentikan menu masakan Thailandnya ini telah mengelola restoran selama 28 tahun dan membuka 12 cabang di seluruh dunia; Brussels, London, Bangkok, Paris, Copenhagen, Lyon, Dubai, Beirut, Malta, Kuwait, Bahrain dan Moscow.

Blue Erawan tidak sekedar menyajikan masakan Thai asli dan berstandar tinggi. Lebih dari itu, restoran ini menawarkan konsep makan yang dibangun dari kecantikan, keramahan dan charm of tradisi Thai. Ada 3 aspek yang jadi perhatian dalam tiap penyajian masakan yaitu Authenticity; masakan disiapkan dari bahan-bahan segar, berkualitas prima dan dikirim langsung dari Thailand dan diolah oleh lima professional Thai chef, Tradition and Innovation; tiap hidangan diolah berdasarkan tradisional resep yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi, atau variasi baru dan unik yang inspirasinya datang dari resep tradisi. Terakhir adalah Presentation; setiap hidangan disajikan secara artistik dengan ukiran buah dan sayuran yang khas.

Selain hidangan Thai otentik, restoran ini juga menawarkan suasana luxurious yang terpancar dari aneka dekorasi cantik khas negara gajah putih.(RNO)

source: openrice.com

Chatterbox

Juni 1, 2010

Chatterbox, tempat bersantap hidangan tradisional Asia dan modern yang sudah berdiri lebih dari 21 tahun kini memperkenalkan identitas barunya. Perubahan dalam logo, peralatan makan, menu hingga seragam dilakukan untuk mengingatkan para customer agar dapat lebih mengenali produk makanan dan minuman baru dari Chatterbox.

Restoran ini masih tetap menampilkan Chat with Chaw Kway Teaw, Walking Hainan Chicken Rice, dan Kwek Kwek Ducklicious Noodle Chatterbox sebagai menu andalan sepanjang masa yang telah mendapatkan sentuhan baru. Dan jangan khawatir dengan penyedap rasa, hidangan sehat Chatterbox selalu dimasak tanpa Monosodium Glutamat (MSG) karena selalu menggunakan bahan makanan segar sehingga rasanya akan terjaga.

Selain menu favorit sepanjang masa, restoran ini juga menghadirkan 3 menu andalan baru yaitu Wrapping Fried Wonton Ayam atau pangsit goreng berisi campuran daging ayam cincang, daun bawang dan sayuran, Duck Noodle Soup yaitu mie goreng yang diolah dengan irisan paprika, jamur shitake dan bebek dan Hainan Lamb Shank. Makanan penutup yang bisa dinikmati antara Vanilla Cream Brulee, Chilled Honeydew Sagu, dan Tortilla Pisang & Keju.

Untuk harga, Chatterbox selalu hadir dengan konsep makanan dengan kualitas terbaik dan rasa yang lezat namun dengan harga terjangkau yaitu antara Rp. 20.000 hingga Rp.100.000.

Chatterbox yang kini telah memiliki 6 outlet dalam waktu dekat akan segera menambah 4 outlet lagi di Plaza Indonesia, Kebun Jeruk, Central Park, dan Grand Paragon.

(RNO)

sumber : openrice.com